Jumat, 05 Desember 2014

Tolak Reklamasi



Tolak Reklamasi


 "Bangun bali subsidi petani..." terdengar suara dari hp hadi, ia sedang mendengarkan lagu Tolak Reklamasi yang sekarang sedang banyak dinyanyikan teman2nya, "memangnya kenapa sih, dengan reklamasi?" Tanya nya pada diri sendiri, "memangnya separah apa sih jika teluk benoa bakal di reklamasi?" Tanyanya lagi

Keesokan harinya...

    "Ehh kiki, emangnya kenapa sih kalo teluk benoa di reklamasi?" Tanyaku, "kalo teluk benoa di reklamasi, bakal turunnnya kualitas kehidupan bukan hanya generasi sekarang tapi juga generasi yang akan datang" jawab nya, "ohh gitu" kataku singkat

Sore harinya...

    "Kami tidak butuh mega proyek atau super mall yang kami butuhkan adalah keadilan sosial, kami berdiri disini menolak reklamasi" lagi2 ia sedang mendengarkan lagu Tolak Reklamasi
"Konserfasi dikhianati, bangun bali tolak reklamasi, sayang bali tolak reklamasi, bangun bali tolak dibohongi, nusa bumi dan anak negri" terdengar lagi lagu Tolak Reklamasi, karna ia pernasaran ia lalu membuka laptopnya dan langsung mencari tentang dampak reklamasi baik dampak positif ataupun dampak negatif, akhirnya ia tertarik untuk mengunjungi teluk benoa yang akan di reklamasi pada keesokan harinya.

Keesokan harinya...

   Sesampainya ia di teluk benoa, ia kaget karena alam yang seindah ini akan di reklamasi. "sayang sekali jika alam ini dirusak" kataku, "jika banyak yang menolak reklamasi mungkin teluk benoa tidak jadi di reklamasi" kataku lagi, "aha" sambungnya lagi, ia mendapatkan sebuah ide

Keesokannya...

    "Temen2 aku mau tanya sama kalian, kalian tau kan jika teluk benoa akan di reklamasi?" Tanyaku, mereka semua mengangguk, "jika teluk benoa di reklamasi maka, makin sedikit pepohonan dan makin banyak polusi, itu menyebabkan lubangnya atmosfer bumi sehingga memicu terjadinya pemanasan global atau sering di sebut Global Warming" kataku, "iya lalu kenapa?" Tanya dinda, "oleh sebab itu aku ingin mengajak kalian untuk menolak reklamasi" lanjutku "lalu, bagaimana caranya?" Tanya riski, "dengan cara berdemo, agar suara penolakan kita didengar oleh pemerintah dan membatalkan perpres No. 51 tahun 2014 sehingga rencana reklamasi diteluk benoa dibatalkan" kataku besemangat, "siapa yang ikut?" Tanyaku, "aku" "aku" "aku juga" "aku ikut" dan akhirnya 1 kampus mendukung rencana ku, besok kami akan berdemo agar reklamasi di teluk benoa dibatalkan.

Esok harinya...

   "Sayang bali tolak reklamasi, bangun bali tolak di bohongi..." Nyanyi para demonstran, setelah sekitar 1 jam kami menyanyikan dan memegang poster dengan berbagai tulisan tentang penolakan reklamasi akhirnya gubernur ingin bicara dengan pimpinan demonstran, 1 jam kemudian pemimpin demonstran mereka keluar dengan membawa kabar gembira bahwa reklamasi di teluk benoa dibatalkan dan ia menunjukan surat yang telah ditandatangani oleh gubernur yang berisi pembatalan rencana reklamasi di teluk benoa

Selesai

mengenai saya klik disini

Dari Hobi Menjadi Pekerjaan



Dari Hobi Menjadi Pekerjaan
 

   Aku adalah Lintang Pradingga, aku masih kelas 2 SMP, sekarang aku akan menceritakan bagaimana dari hobiku menulis cerpen menjadi pekerjaan ku

   "Anak2 ibu menyuruh kalian agar membuat cerpen dengan tema dan judul yang kalian tentukan sendiri, tulis di kertas lampiran dan di kumpul 3 hari lagi tepatnya hari Jum'at" kata bu Ratmi, ia adalah guru bahasa indonesia ku, ia orangnya humoris, tergolong masih muda, ia juga baik, "iya bu" kata kami semua serentak, KKKRRRIIINNNGGG!!!!!! Bel istirahat berbunyi semua anak berhamburan keluar, sementara aku duduk sendiri di bawah pohon yang rindang, "apa ya tema buat cerpennya?" Tanya ku dalam hati, "gimana kalau temanya horor?" Tanya ku lagi dalam hati, setelah mendapatkan tema cerpen ku aku langsung menulis cerpen ku, dari kelas 1 SMP aku memang sudah suka menulis cerpen dan cerbung oleh sebab itu aku sangat menyukai saat di berikan tugas seperti ini

Dirumah...

   "Akhirnya Jadi juga" kata ku gembira, "ma, aku kan tadi bikin cerpen, temanya horor, judulnya Kamar Berhantu, mama dengerin ya" kata ku memohon kepada mama, "boleh deh" kata mamaku antusias, kemudian aku mulai membacakan cerpen ku, "bagus kok cerpen mu" kata mamaku, "gimana kalo kamu kirimin cerpen mu ke majalah atau koran, siapa tau diterima, kan kamu juga dapet uang kalo ngirim cerpen" usul mamaku, "iya juga ya ma" kata ku, "besok deh aku ke kantor koran sinar dunia, siapa tau diterima" lanjut ku

Keesokan harinya...

   "Ini pak maksud kedatangan saya, mau mengirimkan cerpen karya saya" kata ku gugup, "coba saya baca dulu" kata nya, setelah 2 menit berlalu akhirnya ia selesai membaca cerpen ku, "cerpen mu bagus sekali, ini saya berikan uangnya" katanya sambil menyodorkan 2 lembar uang 50 ribu, "jika ada cerpen lagi kamu kirim saja kesini" lanjut nya, "terimakasih pak, saya pulang dulu" kata ku seraya berdiri dari tempat duduk, "silahkan" kata nya

Dirumah...

   "Mama!!!!" Teriak ku dari luar, "kenapa?" Tanya mamaku seraya berlari keluar, "cerpen ku diterima, terus ini uangnya" kata ku sambil mengeluarkan uang yang diberikan tadi dari saku celanaku, "tuh kan, apa mama bilang, cerpen mu itu bagus, pasti diterima" kata mama

3 bulan kemudian...

   Akhirnya aku bisa bikin atm sendiri, dan isi atm ku sudah banyak, berkat cerpen dan cerbung karyaku sendiri aku berhasil membeli hp android dengan hasil menulis cerpen dan cerbung, "hebat anak mama, bisa beli hp sendiri" kata mamaku memuji, "hehehe Lintang gitu loh" kata ku sambil bergaya ciri khas ku.
Mungkin jalan hidupku menjadi penulis, ini lah yang dinamakan dari hobi menjadi pekerjaan.

Tamat

mengenai saya lebih lanjut klik disini

Go Green



Go Green
 

   "Sejuknya" gumamku, di bawah pohon yang rindang serta angin yang tidak terlalu kencang membuat hari yang panas ini seolah sejuk, "apa ya ide buat novel ku?" Pikirku dalam hati, oh iya sebelum dilanjutin perkenalkan namaku irma sukma dewi aku siswi kelas 2 SMK aku anaknya periang, agak cerewet, dan suka ngemil (tapi nggak gendut2) aku termasuk anak yang berprestasi, sewaktu kelas 1 SMK aku pernah menjadi juara 2 lomba LKS dan mendapat ranking 2 dikelas, hobiku membaca dan menulis novel/cerpen, sampai sekarang aku belum punya pacar, lanjutin deh ceritanya. "Hai" sapa osi, ditemani oleh mawar, renita, dan dinda mereka semua adalah sahabatku sejak MOS, sebelum dilanjutin aku bakal perkenalin sahabat2ku, yang pertama mawar lenesia dia orangnya modis, cerewet banget, lumayan pinter, dan juga bisa karate, dia juga kalo nyindir kena banget sama kaya mawar kan ada durinya, terus yang ke 2 osi lemina sari dia itu anaknya polos, pinter banget, kadang cerewet, dia andalan kita kalo misalnya ada ulangan mendadak, yang ke 3 renita sariasih dia anaknya pinter, lumayan cantik, tapi pendiem, yang terakhir dinda rosalina dia anaknya lumayan pinter, cerewet, lumayan cantik, ramah, dan pendiem, tapi sekali dia marah gak bakal ada kata ampun, oke segitu aja tentang sahabat2ku, lanjut ceritanya. "Hai juga" sahut ku, "ngapain kamu sendirian dibawah pohon?" Tanya renita, "lagi cari inspirasi buat nulis novel, tapi dari tadi nih otak susah banget nyari ide" kataku, "ohh...." Sahut mereka bersamaan, "kekantin yuk sama2" kata osi, "kalian aja kekantin, aku masih mau mikirin ide" jawabku, "ohh... Yaudah yuk guys" kata mawar, "kita duluan ya" kata dinda sambil mengedip padaku "okeh, bye" sahutku, "bye" jawab mereka bersamaan, 10 menit kemudian mereka ber 4 balik lagi, "entar kita pulang bareng2 yuk" saran dinda, "okeh" kata mawar, kkrriinngg!!!!!! "Masuk kelas yuk, udah bel tuh" kata osi

Dirumah...

   Sampai rumah aku masih saja memikirkan tentang ide yang akan aku tulis untuk novel yang deadline nya 2 minggu lagi, lalu aku masuk kamar, setelah termenung beberapa saat kemudian aku menemukan ide "aha" kataku, idenya adalah go green, setelah mendapatkan ide aku langsung berkutat dengan laptop ku

Keesokan harinya di sekolah...

   "Udah dapet ide belum buat novel mu?" Tanya renita, "udah dong" sahutku, "apa ide mu?" Tanya osi, "aku bikin novel tentang go green" jawabku, "ohh... Kenapa nggak yang lain?" Tanya dinda, "karna aku perhatiin semakin sedikit pohon tetapi semakin banyak polusi" jawabku, "lagipula hanya sedikit yang memperhatikan lingkungan, walaupun hanya lingkungan sekitar mereka" lanjut ku, "ohhh gitu" jawab dinda, "kamu ngangkat tema tentang go green berarti kamu juga harus ikut go green dong" goda renita, "iya lah, masa aku ngangkat tema go green, tapi nggak ikut go green" jawabku, "oke deh tema mu bagus, aku dukung kamu" kata mawar sambil tersenyum kepada ku, "aku juga deh ikut dukung kamu" sahut dinda, "aku juga ikut" sahut osi dan renita bersamaan, "kalian berdua ikut2 aja" kata mawar "makasi ya, udah dukung aku" jawab ku

2 minggu kemudian

   "Aaahhhhh, akhirnya selesai juga novel ku" kataku, "terus judul apa yang kamu kasi buat novelmu?" Tanya renita, "go green", kataku "hhmmm........berarti kamu lagi banyak uang dong" goda renita, "iya, kalian mau aku traktir apa?" Tanya ku, "apa aja deh terserah kamu" jawab mawar, "gimana kalo kita makan2 aja di mall?" Saran dinda, "boleh juga tuh" jawabku, "oke deh" jawab mawar, "tapi kapan kita mau makan2?" Tanya osi, "sekarang aja yuk" ajak renita, "okeh, pake mobilku aja" jawab mawar, "yuk kita berangkat" ajak dinda, "ayo" jawab kita ber 4 bersamaan

2 bulan kemudian

   "Mbak irma, apa tujuan mbak membuat novel yang sekarang sedang jadi best seller?" Tanya seorang wartawan, "agar masyarakat agar lebih peduli lagi tentang lingkungan disekitar mereka" jawab ku dengan nada yang dibuat2 agar kelihatan serius, "adakah orang yang paling mendukung pada saat pembuatan novel ini?" Tanya soerang wartawan lagi, "tentu saja yang pertama orang tua saya dan yang ke 2 sahabat2 saya yaitu mawar, dinda, osi, dan juga renita mereka sangat mendukung saya" jawab ku, "sudah dulu ya wawancaranya saya sudah di tunggu oleh sahabat2 saya dimobil" jawabku, "makasi mbak informasinya" kata wartawan2 itu
"Nanti tunggu ya novel karya saya berikutnya" kataku
"Baik mbak" jawab mereka serentak

Selesai

yang mau tau tentang saya lebih lanjut silahkan klik disini

misteri hilangnya headset


Misteri Hilangnya Headset 

   "Udah ah main laptopnya" kataku sambil menaruh headset diatas meja, "riski makan dulu, berhenti main laptopnya" kata ibu, "iya bu, ini udah selesai kok main laptopnya" sahutku
Setelah makan aku mengambil hp dan fokus pada hp, "riski apa matamu nggak capek apa?" Tanya ibu, "tidur sana" lanjut ibu, "iya bu" jawabku
Lalu aku pun tidur di kamar

   "Ibu!!!!!!" Teriakku, "apa sih ris?" Kata ibuku, "headset yang tadi mana?" Kata ku, "headset yang mana?" Tanya ibu, "yang tadi aku pake main laptop" kataku panik, "emangnya kamu taruh dimana tadi?" Tanya ibuku lagi, "di sini, diatas meja" kataku sambil menujuk tempat aku menaruh headset ku tadi, "tadi ibu nggak liat headset disitu" kata ibu, "tapi tadi aku taruh disini" kataku, "coba tanya ayah,atau kkmu" saran ibu, "kak ada ambil headset yang diatas meja?" Tanyaku, "nggak ada tuh, emangnya yang mana?" Tanya kk ku, "yang warna putih, yang tadi aku pake main laptop" kataku, "enggak liat, kan aku baru pulang, cari sendiri aja sana" kata kk ku sambil berjalan menuju kamarnya, "ayah ada liat nggak headset yang diatas meja?" Tanya ku, "enggak, udah ah kamu cari sendiri aja, ganggu ayah kerja aja" kata ayahku, "aduh dimana ya headset ku?" Gumamku

Keesokan harinya...

   "Ibuuu!!!!!!!!" Teriak ku, "apa sih, dari kemarin teriak2 aja" kata ibuku, "kenapa headset ku bisa di lemari baju?" Tanya ku, "hah? Kok bisa?" Tanya ibu, "nggak tau, waktu aku buka lemari tiba2 udah ada headset ku" kata ku, "mungkin ada yang mau minjem" kata ibuku dengan nada yang menakuti, "ahh ibu, nggak usah nakutin gitu deh" kata ku, "mungkin, buktinya ada di lemari, sementara kamu nggak ada naruh di lemari dan ibu,ayah,kakak mu tidak ada mengambilnya" kata ibu, "yaudah, yang jelas udah ketemu" kataku gembira, kemudian aku keluar kamar lalu menghidupkan laptop ku dan bermain game lagi
tiba2 keluar sesosok tangan keriput yang keluar dari lemari baju kemudian menutup pintu lemari baju dengan keras

Selesai

mengenai saya klik disini

Kamis, 04 Desember 2014

Rumah Gurita 2




RUMAH GURITA 2


"Aku dimana?" Tanya ku, aku sekarang seperti berada dalam suatu ruangan, tapi dimana? Tanya ku dalam hati, aku melihat sekeliling lalu aku menemukan sesosok tubuh mawar yang masih dalam keadaan pingsan, aku menghampirinya dengan pelan, "mawar" kata ku sambil menggoyangkan tubuh mawar, mawar membuka matanya perlahan, "mawar cepat bangun" kata ku, "kita dimana ren?" Tanya mawar lemah, "aku juga nggak tau kita dimana" kata ku, "dimana desi?" Tanya mawar lagi, "aku nggak tau, aku cuma liat kamu aja" kata ku, "ayo kita coba keluar dari sini" kata ku sambil menunjuk kearah pintu, "baiklah" kata mawar, "pintunya ke kunci" kata ku, "terus kita gimana keluarnya?" Tanya mawar panik, tiba2 aku berpikir untuk menggunakan barang2 yang berada di ruangan itu, aku menemukan sebuah kayu yang cukup keras lalu aku mengambil kayu itu dan langsung memukulkannya ke arah kenop pintu, kemudian kenop pintu itu rusak "berhasil" kataku, "cepet kita keluar" kata mawar, lalu kami keluar dari ruangan itu untuk mencari desi, ternyata kami dilantai 2 rumah itu, "coba kita cari dibawah" kata ku, dengan cepat kami menuruni tangga, tiba2 kami mendengar suara seperti orang merintih, "itu suara desi bukan?" Kata mawar, "kayaknya suara itu berasal dari kamar itu" kataku sambil menunjuk sebuah kamar, lalu dengan cepat kami menuju kamar itu, aku mendorong pelan pintu kamar itu, lalu aku melihat sesosok bayangan desi, "desi kamu nggak apa?" Tanya ku sambil menghampiri desi yang tergolek lemas dilantai, tiba2 desi menunjuk kearah belakang pintu, "itu" kata desi dengan nada kesakitan, kami ber2 dikagetkan dengan sesosok bayangan hitam yang sangat besar dibelakang pintu yang bergerak kearah kami, "siapa kamu?" Tanya ku, "aku luciffer raja iblis, apakah kamu pernah mendengar nama ku?" Tanya dia, "nama itu... nama itu sering aku baca di website atau pun blog yang berisi tentang rumah gurita, benar kah kau pemimpin para mahluk halus itu?" Tanya ku dengan nada gemetar karena takut, "ternyata namaku sudah banyak yang mengetahuinya" kata nya, "apa yang kau inginkan dari kami?" Tanya ku, "seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau inginkan sehingga berani2nya memasuki gereja ku?" Katanya, "ini bukan geraja" kata ku setengah membentak, "ini gereja bagi orang2 yang telah terjerat, sehingga mereka meninggalkan agama mereka" kata sosok yang menyebut dirinya luciffer, "kami hanya ingin menelusuri kebenaran mitos yang katanya ada disini sebagai gereja setan" kata mawar, "ohhh jadi begitu, sekarang sudah tau bukan?" Kata iblis itu, "kami sudah tau sejak desi diserang" kata ku marah, "kami sekarang akan pergi dari sini" kata ku, "tidak semudah itu, kalian harus menjadi korban dalam ritual nanti" kata nya, "bagaimana jika kami tidak mau?" Tanya ku tegas, "akan ku paksa" katanya, tiba2 badan ku terasa diikat dengan tali yang sangat erat lalu di angkat keatas dan aku di hempaskan ke dinding oleh luciffer, "belum menyerah juga" katanya karena melihatku masih sadar, dengan segera aku mengumpulkan tenaga lalu mengarahkan telapak tangan ku yang berisi tanda sabit kearahnya, aku mengeluarkan tenaga ku tetapi dia juga sama kuat, sehingga aku harus mengeluarkan tenaga lebih, aku dan dia bertarung dengan sangat sengit dan akhirnya aku berhasil mengenai dada luciffer sehingga ia hancur berkeping-keping, "cepat kita keluar" kata ku, aku, mawar dan desi bergegas menuju pintu, saat akan keluar, semua mahluk di rumah itu bersujud di depan kami ber3 karena kami tidak menghiraukannya kami langsung berlari menuju pintu utama dan langsung menuju mobil desi, dan langsung pulang menuju rumah desi

Dirumah desi...

"Petualangan tadi seru banget ya" kata desi, "tapi bisa2 nyawa kita melayang karena petualangan tadi" kata mawar, "iya betul kata mawar" jawab ku, "tapi mitos itu memang benar" kata desi, "kira2 minggu depan kita petualangan ke mana ya?" Tanya desi bersemangat, "gimana kalo ke.." "Nggak mau" kata ku dan mawar bersamaan sehingga desi tidak melanjutkan bicaranya, "aku nginep dirumah mu dulu ya" kata ku, "aku juga, aku males pulang, udah malem banget soalnya" sahut mawar, "oke" kata desi
(Tamat)

mengenai saya klik disini